Resmi di Lantik, Hengky Primana Nahkoda Baru BEM UIR

kiri ke kanan, Presiden mahasiswa UIR demisioner Ari Juprika, Rektor UIR-Prof.Dr. H. Syafrinaldi SH., MCL, Wakil Rektor 3 UIR-Ir. H. Rosyadi, M.Si, Presiden mahasiswa UIR Hengky primana dan wakil M. Roni Firdaus. Foto bersama usai pelantikan BEM UIR kabinet Nawaharja. (Foto : Tomy Ginting)

 

AKLaMASI.net, Pekanbaru – Setelah melalui tahapan proses pemilihan umum dan hasil dari penghitungan suara.
Bertempat di auditorium Rektorat Universitas Islam Riau (UIR). Pasangan Hengky primana dan M. Roni Firdaus resmi dilantik menjadi Presiden dan wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIR 2018-2019 beserta dengan total 76 pengurus yang dinamakan kabinet Nawaharja. Pada hari Selasa, (15/5).

Acara ini dihadiri oleh Rektor UIR beserta jajaran, perwakilan pemerintah Kota Pekanbaru, wakil Dekan 3 fakultas, BEM universitas yang ada di Pekanbaru, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UIR.

Dengan mengusung tema pelantikan ‘Revitalisasi peran mahasiswa dalam menyongsong UIR unggul 2020’. Dalam sambutannya Rektor UIR-Prof.Dr. H. Syafrinaldi SH., MCL menyampaikan.

Dalam mencapai visi UIR sebagai kampus Islam yang unggul dan terkemuka di Asia tenggara pada tahun 2020. Tidak bisa dikerjakan oleh Rektor sendiri. Syafrinaldi menekankan butuh kerja sama yang baik dari setiap lapisan yang ada di UIR dalam mencapai hal tersebut. “Peran mahasiswa, kami sangat harapakan sekali untuk berkembang dan mendukung visi dan misi UIR.” Ujar nahkoda UIR ini.

Ia menambahkan peran BEM sendiri dinantikan dan diharapkan. “Berbagai kegiatan kemahasiswaan sedang dinantikan, mohon kerja sama dari kita semua.” Jelas Syafrinaldi.


Penanda tanganan Surat Keputusan (SK) bersama (Foto : Tomy Ginting).

Kemudian dilanjutkan pembacaan sumpah jabatan dan penandatanganan Surat Keputusan (SK) yang ditanda tangani oleh Rektor UIR, Wakil Rektor 3 UIR-Ir. H. Rosyadi, M.Si, Hengky primana dan M. Roni Firdaus, serta Presiden mahasiswa demisioner-Ari Juprika.

Selanjutnya, Ari juprika dalam sambutannya menyampaikan BEM adalah panutan dari mahasiswa sendiri. Karena itu etika, perilaku dan adab harus dijaga. Ia juga memberi masukan agar Presma yang telah dilantik menindak tegas terhadap pengurus BEM yang tidak mau menjaga amanah tersebut. “Yang tidak mau menjaga jangan sungkan-sungkan Pak Pres (Hengky Primana), keluarkan saja, lebih baik keluar satu menyelamatkan yang lain.” Ujarnya.

Ia juga berharap kedepannya kabinet Nawaharja bersinergi dan bekerja keras untuk UIR unggul.
Dan dalam gerakan juga bekerja sama dan berhimpun dengan semua BEM se-Riau. “Jangan ego antar presma ini dan itu. Tetapi bersama perjuangkan masyarakat Riau.” Tuturnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada kabinet prestasi. Dan meminta maaf terhadap segala kekurangan dari BEM sebelumnya.

Selanjutnya kata sambutan dari nahkoda baru BEM UIR-Hengky Primana. Dalam orasinya ia menyampaikan dinamakannya kabinet Nawaharja pada periode ini, diambil dari bahasa Sansekerta. Yang melambangkan sembilan 9 fakultas yang ada di UIR. “Disinilah tugas BEM memakmurkan 9 fakultas yang ada di UIR. Dan kami siap menjadi ujung tombak dari 9 fakultas tersebut.” Tegas Hengky.

Hengky Primana dalam orasinya usai resmi dilantik.(Foto :
Tomy Ginting)

Ia menginginkan antara Eksekutif dan UKM saling bekerja sama dengan baik.
Mengenai program yang akan dibentuk untuk mendukung kewirausahaan mahasiswa. Ia memaparkan BEM UIR menggagas untuk kembali dihidupkannya koperasi mahasiswa. “Kiranya Rektorat dapat mewadahi dan mendukung kegiatan ini.” Ujar Hengky.

Mengenai aksi pergerakan, Hengky menegaskan BEM UIR tidak tinggal diam terjadinya penindasan terhadap rakyat. Dan Siap turun kebawah menyuarakan suara rakyat tertindas oleh tirani penguasa. “Kita tunjukkan siapa UIR, hari ini kita akan tagih janji pemerintah mengenai turunnya harga pertalite yang belum juga terealisasikan.” Jelas Hengky yang disambut riuh tepuk tangan mahasiswa.

Reporter : Tomy Ginting

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *