Lahan Kosong di Depan UIR Terbakar


Penulis: Mesy Azmiza Azhar


Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di depan Universitas Islam Riau (UIR), tepatnya di Gang Sangki, Kecamatan Marpoyan Damai. Kebakaran terjadi pukul 11:00 dan menghanguskan lahan seluas dua hektar, Senin (23/09).

Muhammad Nasir—warga setempat, menyadari adanya kobaran api segera menghubungi pemadam kebakaran yang tiba setengah jam setelahnya, “Waktu api membesar kami langsung padamkan menggunakan alat seadanya dan langsung menghubungi pemadam kebakaran,” Ungkapnya.

Gusril—Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibnas), mengaku mendapat laporan pukul 12:30 dan bergegas memadamkan api bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Gusril mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran dan belum bisa menganalisisnya.

Titik awal api berawal dari lahan milik RS. Awal Bros dan merembet ke lahan samping yang tidak diketahui pemiliknya. Lahan tersebut memiliki jenis tanah yang keras sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk memadamkannya, berbeda dengan lahan disampingnya yang merupakan tanah gambut.

“Disini gambut jadi agak lama matinya, itu apinya masih ada” Ungkap Gusril sambil menunjuk arah api yang masih menyala.

Hal serupa juga disampaikan oleh Widodo, selaku pegawai pemadam kebakaran yang tidak mengetahui penyebab terjadinya, “Untuk memadamkan api, kami menghabiskan 20.000 Liter air atau sekitar lima tangki mobil”.

Suhandoyo—Mahasiswa Fakultas Pertanian, ikut memadamkan api merasa miris dengan kejadian tersebut mengingat asap di Riau sudah mencapai level berbahaya, “Sangat miris, apalagi kejadiannya di depan kampus kita sendiri dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan kita,” ucapnya.

Saat proses pemadaman mengalami kendala karena mobil Damkar tidak bisa masuk ke lokasi kebakaran sehingga masyarakat memadamkan api menggunakan kayu yang dipukul ke arah api yang tengah menyala.

Pemadaman api dihentikan ketika hujan turun dan api dapat padam pukul 15:30.


Editor: Yenny Elvira
Foto: Intan Salfitri

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *