Tingkatkan Kualitas Riset Kualitatif, Prodi Kriminologi UIR Gelar Seminar Analisis Data NVIVO
Penulis : Novi
Program Studi (Prodi) Kriminologi Universitas Islam Riau (UIR) sukses menyelenggarakan seminar bulanan yang berfokus pada penguatan metodologi penelitian mahasiswa dengan mengangkat tema strategis “NVIVO 101: From Messy Data to Smart Analysis”. Kegiatan dilaksakan di Aula FISIPOL UIR pada Jumat (19/12).
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi Kriminologi, Riky Novarizal, S.Sos., M.Krim, serta sejumlah jajaran dosen kriminologi di antaranya Zulherawan, S.Sos, M.Soc.Sc, dan Rio Tutrianto, S.Sos., M.Krim. Seminar ini juga diikuti dengan antusias oleh para mahasiswa yang tengah mempersiapkan tugas akhir maupun penelitian ilmiah.
Dalam sambutannya, Riky Novarizal, S.Sos., M.Krim selaku Kaprodi Kriminologi menekankan pentingnya penguasaan perangkat lunak pendukung riset bagi mahasiswa. Ia berharap kegiatan ini dapat memperdalam pemahaman teknis mahasiswa sekaligus menjadi solusi konkret dalam percepatan penyusunan proposal penelitian yang berkualitas.
“Sebagai persoalan yang ada di masyarakat hari ini, kita perlu melakukan penelitian dengan metode kualitatif. Jadi ini bisa digunakan untuk membantu teman-teman saat melakukan analisis di chapter 5 dalam skripsinya,” Ujarnya.
Sesi utama seminar menghadirkan pakar sekaligus praktisi kriminologi, Rahmat Amin Siregar, S.Sos., M.Krim, sebagai narasumber. Mengawali pemaparannya, Rahmat mengajak peserta berinteraksi melalui kuis kritis seputar isu kriminologi terkini menggunakan platform Mentimeter. Simulasi ini dirancang untuk menghubungkan dinamika isu sosial dengan kebutuhan alat analisis data yang sistematis seperti NVIVO.
Rahmat Amin menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam penelitian kualitatif adalah menjaga validitas dan meminimalisir research bias (bias penelitian). Menurutnya, peneliti seringkali terjebak dalam subjektivitas yang tidak disadari.
“Peneliti sering dihadapkan oleh masalah bias yang terkadang tidak dapat dikendalikan atau bahkan tidak disadari. Karena itu, peneliti harus memiliki sifat netral ketika melakukan penelitian,” Tuturnya.
Ia menambahkan bahwa keberpihakan seorang peneliti hanya boleh muncul setelah data diolah secara objektif dan temuan telah teruji secara ilmiah. Dalam konteks inilah NVIVO hadir sebagai solusi.
“Ketika data dikumpulkan dan ditranskripsi dengan benar, penggunaan NVIVO dapat menurunkan tingkat bias karena analisis dilakukan oleh software dan tidak tercampur dengan emosi peneliti.” Ungkapnya.
Selain memberikan landasan teoritis, seminar ini juga membekali mahasiswa dengan sesi praktik langsung mengenai teknik pengkodean dan langkah-langkah dasar pengolahan data kualitatif. Rahmat Amin menekankan dalam menguasai NVIVO: pemahaman filosofis penggunaan perangkat lunak, penguasaan fitur teknis, serta kecermatan dalam menginterpretasikan hasil analisis.
“Paling penting adalah memahami dasar mengapa penggunaan software ini baik untuk analisis data kualitatif. Kedua, memahami dasar-dasar fitur software. Dan cermat melakukan analisis terhadap hasil yang diberikan oleh NVIVO.” Jelasnya.
Sebagai penutup, ia mendorong para mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan analisis secara mandiri melalui berbagai platform digital. Pemanfaatan tutorial daring dan eksplorasi berkelanjutan sangat penting agar kemampuan analisis mahasiswa semakin tajam dan sistematis dalam menghadapi data kualitatif.
Editor : Airlangga Kepri Nusantara

