KAMPUS

Kejar Mimpi Pekanbaru Soroti Self Fulfillment dan Literasi Keuangan dalam Kesiapan Menikah


Penulis : Zanub Izatun Nabila


Komunitas Kejar Mimpi Pekanbaru yang diinisiasi oleh Bank CIMB Niaga Indonesia mengadakan program Talkshow  yang berlangsung di Aula Gedung Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau, pada Sabtu (29/12). Acara ini dengan mengusung tema “Economy Tallking Series 9: Psycological And Financial Preparation For Marriage”. Dengan bertujuan memberikan wawasan dan panduan komprehensif bagi anak muda terkait persiapan psikologis dan finansial sebelum memasuki pernikahan.

Panitia talkshow menghadirkan dua pemateri yang menggeluti ilmu di setiap bidangnya. Pemateri satu dengan Lila Anggraini SE.,M.Si.,Ak.,Ca., yang merupakan Dosen Akuntansi dari UNRI  dan  pemateri dua menghadirkan Icha Herawati S.Psi.,M. Soc.Sc., selaku Dosen Psikologi dari UIR. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai komunitas, organisasi kemahasiswaan, hingga masyarakat umum.

Hal yang melatarbelakangi tema Talkshow ini didasari oleh banyaknya fenomena kasus perselingkuhan, hingga Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang beredar di media sosial dan menyebabkan sudut pandang banyak orang khususnya pada Generasi Z takut untuk memilih menikah.

“Oleh karena kekhawatiran tersebut panitia mengangkat  tema psikologi dan finansial karena permasalahan yang paling umum itu menyangkut psikologi seseorang dan keuangan itu sendiri,” ujar Dila sebagai Ketua Pelaksana.

Dewasanya, diatas 70% masalah rumah tangga adalah masalah yang sudah ada sebelum menikah, namun sering kali disikapi seolah tidak terjadi apa-apa, oleh karena itu perlunya kesadaran dan komunikasi terbuka dari masing-masing pasangan untuk membahas hal terkait dengan finansial dan kesiapan mental.

“ Dewasa secara finansial adalah ketika kalian sudah mampu mengelola keuangan,“  tutur Lila Anggraini selaku pemateri.

Konflik keuangan setelah menikah dapat dihindari dengan cara berdiskusi dengan pasangan sebelum menikah tentang finansial. Salah satu caranya adalah dengan menabung bersama.

“Dan setelah menikahpun ngomongin keuangan itu amat sangat sensitif, makanya sangat penting adanya konsultasi keuangan, harta gono gini, dan mengetahui tanggungan,” tambah Lila.

Kemudian perbincangan dari sisi Psikologi yang disoroti oleh narasumber dengan menjelaskan,

“Satu hal paling penting bagi wanita  sebelum menikah yaitu Self Fulfillment yang artinya sebelum menikah mereka harus merasa cukup dulu atau menyelesaikan masalah pribadi dengan diri sendiri saat sebelum menikah,” jelas Icha Herawati.

Sedangkan laki-laki juga diharapkan untuk menyenangi diri dan mengabdikan bakti diri untuk orang tua dalam sebelum menikah.

“Jadi senangkan dulu diri kalian para lelaki, dan satu hal yang paling penting sebelum menikah biar tidak ada kesalahpahaman dan emosi kalian bagus, senangi dulu kedua orang tua dengan gaji yang dimilki, baru kalian menghidupi anak orang,” ujarnya.

Icha juga menyampaikan pesan bahwa pernikahan bukanlah suatu tujuan akhir.

“Pernikahan bukan tujuan akhir, bukan pencapaiaan, melainkan perjalanan panjang. Sehingga perlu ada ilmu yang harus dipersiapkan,” tuturnya.


Foto : Koleksi Panitia

Editor : Annisa Rahma Aulia