BERITA

CERDAS UIR: Ketika Fitur Ada Namun Pengguna Tidak Terbiasa


Penulis : Airlangga Kepri Nusantara

Universitas Islam Riau (UIR) telah menghadirkan platform pembelajaran daring bernama Center of E-Learning and Education for Student (CERDAS) yang diluncurkan sejak tahun ajaran 2021, meski telah dibekali beragam fitur unggulan, mulai dari menyediakan materi kuliah, absensi perkuliahan, pengumpulan tugas, hingga pelaksanaan kuis, penggunaan CERDAS di kalangan civitas akademik belum sepenuhnya optimal.

Tak sedikit mahasiswa maupun dosen yang  menggunakan platform ini hanya sebatas absensi saja. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Nahaya Syawla Shakir, mahasiswa Fakultas Psikologi.

Ia mengaku dosen di fakultasnya lebih memilih menggunakan sistem pembelajaran sendiri seperti E-learning psikologi. Lebih lanjut,  Nahya merasa tak terbiasa dengan tampilan dan navigasi CERDAS.

“Saya lebih nyaman absen di kertas,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan oleh Rizka Amelia, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Menurutnya sistem ini kerap kali bermasalah, hingga bisa dimanipulasi oleh mahasiswa.

“Kadang absen belum dibuka, tapi kami disuruh isi, sering eror juga bahkan ada yang absen tapi sebenarnya tidak hadir,” katanya.

Rizka menyayangkan belum adanya aplikasi mobile untuk CERDAS. Selain itu, ia menyebut jika fitur evaluasi dosen yang terdapat  di platform ini kerap kali tidak digunakan sebagaimana mestinya.

 “Biasanya dosennya telat, tapi tetap diisi tepat waktu supaya nggak menimbulkan masalah,” ungkap Rizka.

Meskipun begitu, cerita berbeda datang dari Egi Suranta, mahasiswa Ilmu Komunikasi, dirinya mengaku telah aktif menggunakan CERDAS dari semester dua,  mulai dari mengakses Rencana Pembelajaran Semester (RPS), materi kuliah dan pengumpulan tugas. Meski begitu, ia mengaku kesulitan saat ingin mengganti file yang sudah diunggah.

 “Kalau salah upload, saya harus kirim ulang dan jelaskan ke dosen itu agak repot,” jelasnya.

Di sisi lain,  Rikke, mahasiswa Teknik Informatika, menilai CERDAS cukup informatif dan mudah digunakan. Walaupun cenderung memakan waktu saat diakses bersamaan, terutama melalui ponsel.

“Saya bisa lihat nilai semester lalu, absensi, dan tugas yang terlewat,” jelasnya.

Di lain pihak,  Dr. Rhani Febria, S.Pd, M.Pd, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), mengaku terbantu dengan adanya platform ini, terutama dalam memantau kehadiran mahasiswa dan mengelola materi perkuliahan.

Namun, ia menilai masih banyak mahasiswa yang belum memahami cara menggunakan fitur CERDAS. Selain itu, Ia juga menekankan perlu adanya pengawasan agar sistem absensi tidak disalahgunakan oleh mahasiswa

 “Harus ada sosialisasi dari program studi, agar mahasiswa bisa gunakan dengan maksimal,” tuturnya.

Hal serupa, disampaikan juga oleh  Dr. Apri Siswanto, S.Kom.,M.Kom. Dosen Teknik Informatika yang turut aktif menggunakan Cerdas untuk mengunggah materi dan video pembelajaran.

“Biasanya saya menaruh link video di Google Drive, mahasiswa bisa akses lewat CERDAS,” jelasnya.

Ia berharap dosen dari berbagai jurusan, mulai membiasakan diri  menggunakan CERDAS agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kepala SIMFOKOM UIR, Ause Labellapansa, S.T.,M.Cs.,M.Kom. menerangkan bahwa  CERDAS dirancang sebagai sistem pembelajaran komprehensif berbasis website yang sudah terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademik (SIKAD) serta dilengkapi dengan video tutorial yang bisa langsung diakses melalui CERDAS.

“Dalam Cerdas sudah ada video tutorial yang mudah dipahami,” ungkapnya.

Terkait kelambatan akses, Kepala Simfokom UIR menyebut penyebabnya bisa beragam, mulai dari kondisi jaringan pengguna hingga tingginya akses secara bersamaan.

“UIR punya banyak mahasiswa, server tentu harus menampung semuanya. Kami terus mengupayakan perbaikan dan pembaruan sistem,” tambahnya.

Ause juga menyoroti persoalan ukuran maksimal file tugas yang yang hanya 10 MB, dirinya menyarankan agar mahasiswa mengunggah di tautan drive yang telah disediakan oleh dosen. Kemudian membagikan tautan tersebut melalui CERDAS.

“Solusinya kemarin kita beri tahu kepada dosen atau mahasiswa, ketika dosen memberi materi dalam jumlah yang besar kasih link drive, taruh disitu link drive-nya jangan unggah berkasnya,” tutupnya.


Reporter : Khairunnisa Balqis

Editor : Halimatul Yusriah

Foto : Bersumber pada laman website CERDAS UIR