KAMPUS

Sosialisasi Talenta SIMBELMAWA: UIR Perkuat Pembinaan PKM hingga KDMI-NUDC untuk Mahasiswa


Penulis : Alya Salsabilla dan Nur Rahma


Universitas Islam Riau (UIR) menggelar kegiatan Sosialisasi Program Talenta SIMBELMAWA pada Rabu (28/01) di Auditorium Rektorat UIR. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi merupakan wujud dari upaya pengenalan program pengembangan mahasiswa serta peningkatan prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik.

Pembahasan dalam sosialisasi meliputi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK), serta kompetisi debat nasional seperti Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC).

Kegiatan dibuka oleh Ketua Biro Layanan Mahasiswa dan Alumni (BLMA) UIR Assoc. Prof. Dr. Hj. Sri Wahyuni, S.H., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya tindak lanjut mahasiswa setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan yang didapat melalui keterlibatan aktif dalam program SIMBELMAWA,” ujarnya.

Seiring dengan pemisahan struktur DLMA menjadi BLMA dan Direktorat Pendidikan dan Pembelajaran (DPP) Akademik, BLMA kini lebih berfokus pada fasilitasi pengembangan minat, bakat, serta prestasi mahasiswa. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai skema pembinaan yang dapat diikuti sesuai dengan potensi dan kompetensi masing-masing.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri internal kampus, yakni Shalawati, M.A., TESOL selaku Kepala Pusat Bahasa UIR dan Arief Yandra Putra, S.Si., M.Si selaku Kepala Laboratorium Terpadu UIR. Dalam pemaparannya, Arief Yandra Putra menyampaikan bahwa peningkatan capaian prestasi mahasiswa menjadi salah satu fokus pengembangan institusi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada sesi materi debat KDMI dan NUDC, Shalawati menegaskan bahwa kompetisi debat menuntut kesiapan berpikir kritis, penguasaan isu aktual, serta kemampuan mempertahankan argumen dari berbagai sudut pandang.

“Tidak ada topik yang mudah dalam debat. Challenging terbesarnya adalah ketika sebuah topik dapat diterima oleh banyak pihak, namun peserta harus mampu bertahan pada posisi kontra,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa persiapan debat tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada kebiasaan membaca, memperluas referensi, serta kemampuan membangun logika dan mematahkan argumen lawan bicara.

“Yang diuji dalam debat bukan hanya penyampaian teori, tetapi juga kemampuan menyusun alur berpikir dan logika argumentasi,” tambahnya.

Lain halnya dengan materi yang disampaikan oleh Kepala Laboratorium Terpadu UIR, Arief menjelaskan secara rinci mengenai berbagai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). PKM-RE/PKM-P (Riset Eksakta/Penelitian) berfokus pada penelitian ilmiah di bidang sains dan teknologi seperti fisika, kimia, dan biologi. PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora) ditujukan untuk mengkaji permasalahan sosial dan humaniora.

Selain itu, terdapat PKM-K (Kewirausahaan) yang mendorong pengembangan ide bisnis inovatif dan kreatif, PKM-PM (Pengabdian kepada Masyarakat) yang berorientasi pada solusi permasalahan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, PKM-T (Penerapan Teknologi) yang menekankan implementasi teknologi di lapangan, serta PKM-KC (Karsa Cipta) yang menghasilkan karya atau prototipe inovatif.

Selanjutnya, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dipaparkan sebagai program yang bertujuan membentuk karakter wirausaha muda, memberikan pendampingan usaha mahasiswa, serta mendorong pengembangan bisnis rintisan berbasis inovasi. Adapun Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) diarahkan untuk memperkuat peran organisasi mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian yang terstruktur dan berkelanjutan.

Lebih lagi, mahasiswa juga diberikan tips praktis agar lebih siap mengikuti program SIMBELMAWA, khususnya PKM, P2MW, dan PPK Ormawa. Pemateri menekankan pentingnya menjaga semangat dan motivasi, bersikap aktif dalam setiap tahapan seleksi maupun kegiatan organisasi, serta menunjukkan sikap positif melalui keramahan dan komunikasi yang baik. Mahasiswa juga diingatkan untuk mengikuti seluruh prosedur dan tahapan program secara konsisten, sehingga peluang keberhasilan dalam program dapat lebih optimal.

Berdasarkan materi yang disampaikan, dalam beberapa tahun terakhir mahasiswa UIR menunjukkan keterlibatan aktif dalam berbagai program SIMBELMAWA serta kompetisi tingkat nasional. Pada 2024, lima proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mahasiswa UIR berhasil lolos dan memperoleh pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, mencakup program kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, dan riset eksakta.

Sementara pada 2025, salah satu capaian datang dari mahasiswa Program Studi Teknik Geologi yang memperoleh pendanaan PKM-PM melalui proyek inovasi geomaterial filtrasi untuk meningkatkan kualitas air dengan dukungan Kemendikti Saintek. Di bidang organisasi kemahasiswaan, BEM Fakultas Pertanian UIR juga berhasil meraih pendanaan nasional melalui program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) pada tahun yang sama.

Peserta sosialisasi yang berasal dari Program Studi Pendidikan Kimia mengungkapkan ketertarikannya terhadap kompetisi debat nasional.

“Saya berminat mengikuti KDMI, tetapi saat ini diarahkan dosen untuk mengikuti PKM. Di jurusan kami jumlah mahasiswa terbatas, sehingga setiap mahasiswa tetap diminta menyiapkan proposal PKM dan PPK Ormawa,” ujarnya.

Peserta lainnya menilai bahwa kegiatan sosialisasi ini membantu mahasiswa memahami pilihan program yang tersedia.

“Penjelasan tentang PKM, P2MW, dan PPK Ormawa menjadi bagian yang paling berkesan karena memberikan gambaran program serta alur seleksi, sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan dengan minat masing-masing,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dilengkapi dengan pelatihan teknis agar mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif.


Editor : Femi Syafri Ananda

Foto : Nur Rahma