Kolaborasi Duta PGSD UIR dan IPEO: Membangun Kreativitas dan Karakter Generasi Muda
Penulis : Femi Syafri Ananda
Duta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UIR bersama Ilmu Padi Event Organizer (IPEO) berkolaborasi dalam Ajang Wisata Kuliner & Seni Budaya UMKM Riau Kreatif yang digelar di Mal Xchange Pekanbaru, pada 10-23 Agustus 2025. Keterlibatan Duta PGSD UIR berfokus pada 10 Agustus melalui lomba mewarnai dan fashion show anak-anak bertema Melayu, serta 18 Agustus dengan fashion show anak-anak dan remaja bertema kasual.
Acara yang berlangsung selama hampir dua pekan ini juga menghadirkan beragam perlombaan lain, mulai dari Tari Kreasi Melayu, Dance, Hip-hop, Game Mobile Legend hingga lomba keterampilan seperti menghias Kue Asidah khas Riau, Pangkas Rambut, dan make-up, serta beberapa perlombaan lainnya. Tak hanya itu, kegiatan sosial berupa sunat massal, donor darah PMI, hingga hiburan seperti live music,talk show, dan penampilan teater turut meramaikan rangkaian acara.
Pada perlombaan yang juga ditaja Duta PGSD UIR, dewan juri dipilih berdasarkan figur yang relevan terhadap bidang seni, budaya, dan pendidikan. Dalam Lomba Mewarnai, hadir tiga juri dengan latar belakang seni dan pendidikan, yakni Syahrizal Fadhli, Ningrum Melihayatri, M.Pd, dan Yelmi Nanda Resfi, S.Sn, yang menilai karya anak-anak bukan hanya dari sisi teknik, tetapi juga imajinasi dan kreativitas. Sementara itu, Fashion Show Anak-anak bertema Melayu oleh Ningrum Melihayatri, M.Pd (Dosen Unri), Winola Athifa Srikandi (Puteri Cilik Nusantara Pariwisata 2025), dan Dhea Mutiara Putri (Puteri Duta Remaja Riau 2025), dengan hal ini penilaian tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga pada bagaimana peserta menghidupkan identitas budaya Melayu. Selanjutnya Fashion Show Casual bersama Syahrizal Fadhli, M.Pd (Dosen UIR), Joyce Lufina Hagania H. (Puteri Belia Indonesia Konservasi 2024 kategori preteen), Naura Shahira Altavia (Miss Teen Internasional Indonesia 2025), dan Cinta Suci Aprillia (Putri Batik Riau 2025).
Menurut Dosen PGSD FKIP UIR, Febrina Dafit, S.Pd, M.Pd. kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa dalam melatih kemampuan mengelola kegiatan di luar lingkungan kampus.
“Kalau selama ini mahasiswa lebih terbiasa menghandle kegiatan di dalam kampus dengan persiapan panjang, melalui acara ini mereka ditantang menghadapi kondisi yang lebih dadakan dan spontan. Justru di situlah nilai belajarnya. Karena mereka belajar kemandirian, profesionalisme, dan kesiapan menghadapi dunia nyata,” ungkapnya.
Febrina juga menjelaskan, keterlibatan Duta PGSD UIR dalam ajang ini bukan hanya sebatas formalitas, melainkan sebuah praktik sosial yang membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung sekaligus memperluas jejaring dengan komunitas eksternal.
Sementara itu Ketua Pelaksana, Sasi Oktaviona, menjelaskan alasan memilih fokus lomba ditujukan kepada anak-anak dan remaja.
“Kami dan mereka adalah generasi penerus. Melalui lomba ini, kami ingin menanamkan pendidikan karakter dengan cara yang menyenangkan, sekaligus mengenalkan serta melestarikan budaya Melayu kepada mereka. Tema kemerdekaan, budaya, dan fashion casual dipilih agar peserta dapat mengembangkan kreativitasnya tanpa kehilangan identitas budaya lokal.” jelasnya. Baginya, pendekatan seperti ini tidak hanya memberi ruang berekspresi, melainkan membentuk kebanggaan generasi muda terhadap budaya sendiri di tengah derasnya pengaruh global.
Rangkaian lomba yang dipayungi Duta PGSD FKIP UIR dalam kategorinya, kegiatan tidak hanya dilaksanakan sebagai ajang hiburan semata, namun turut menjadi media pendidikan karakter dan pemberdayaan diri bagi peserta. Hal ini tercermin dari kriteria penilaian yang diterapkan, misalnya dalam lomba Fashion Show yang menekankan aspek busana, ekspresi, dan cara berjalan.
Cinta Suci Aprillia, sebagai Winner Duta Batik Riau 2025 yang juga menjadi juri, menurutnya tiga aspek tersebut memiliki makna penting bagi pengembangan diri peserta.
“Tiga aspek itu pada akhirnya membuat peserta mampu keluar dari zona nyaman, belajar percaya diri, dan menuntut peserta untuk menjadi role model yang baik yang baik bagi dirinya sendiri.”
Terakhir, Zakiyyah Nurul Jannah selaku Winner Duta PGSD UIR menyampaikan harapannya,
“Saya berharap melalui lomba ini, para peserta dapat mengekspresikan bakat dan potensi terbaik mereka, serta menjadikan pengalaman ini sebagai langkah awal untuk terus berkarya dan berprestasi.”
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa nilai utama dari kompetisi ini adalah proses belajar yang dijalani.
“Ingatlah, yang terpenting bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi bagaimana kita belajar dan berkembang dari setiap prosesnya,” tambahnya.
Foto : Koleksi Panitia
Editor : Annisa Rahma Aulia

