KAMPUS

Silaturahmi AKLaMASI UIR: Alumni DPD RI Tekankan Integritas di Era Disrupsi


Penulis: Umi Salma


Media mahasiswa AKLaMASI Universitas Islam Riau (UIR) menggelar agenda buka puasa bersama sekaligus silaturahmi lintas generasi, dengan hadirnya sosok alumni inspiratif yang kini berkiprah di kancah nasional. di Sekretariat rooftop AKLaMASI, Kamis (12/3).

Kegiatan dimulai pukul 18.30 WIB dengan pembagian takjil, dilanjutkan salat Magrib berjamaah dan makan bersama. Puncak agenda diisi dengan diskusi santai bersama alumni AKLaMASI angkatan 1993 yang kini menjabat sebagai Anggota DPD/MPR RI di Senayan, Abdul Hamid, S.Pi., M.Si.

Dalam suasana akrab, Abdul Hamid yang merupakan lulusan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UIR ini membagikan catatan sejarah penting. Ia mengisahkan bahwa cikal bakal AKLaMASI bermula dari sebuah Majalah Dinding (Mading) dan koran kampus di lingkungan Fakultas Pertanian.

Awalnya, media ini bernama “Suara Mahasiswa” yang diinisiasi oleh Zainil Irwan, Wistan, dan Haroin dari Jurusan Perikanan sekitar tahun 1988, hingga akhirnya bertransformasi menjadi nama AKLaMASI yang dikenal hingga saat ini.

“Di sinilah saya dibentuk. Jangan kalian anggap semua ini mubazir atau sia-sia,” tegas Hamid.

Ia menceritakan bagaimana pengalaman di AKLaMASI membawanya menjadi wartawan TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) pada tahun 1994-1996, kemudian berkarier di Riau Pos, RTV, menjadi anggota KPU, hingga akhirnya duduk di kursi DPD RI.

Beliau menekankan bahwa segala pencapaiannya di tingkat nasional adalah buah dari proses berorganisasi.

“Saya membangun kompetensi itu dari sini. Investasi yang paling utama bukan uang, tapi kapasitas diri dan integritas,” tambahnya.

Ia juga menyarankan kru untuk membaca buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” sebagai landasan mental dalam berproses.

Pimpinan Umum AKLaMASI periode 2025-2026, Muhammad Sahnan Lubis, memberikan pemantik diskusi mengenai cara pers mahasiswa beradaptasi di era disrupsi teknologi. Menanggapi hal tersebut, Hamid berpesan agar kru selalu haus akan kemampuan baru.

“Manfaatkan seluruh fasilitas serta teknologi yang ada sebaik mungkin. Belajarlah dari media profesional, namun jangan lupakan kemandirian. Meski teknologi berkembang, fokus dan target harus tetap terjaga,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan pesan spiritual agar setiap kru tidak meninggalkan ibadah di tengah kesibukan mengejar target organisasi. Sesi foto bersama menjadi penutup hangat, menyatukan semangat antara para pendahulu dan penerus estafet perjuangan AKLaMASI.


Editor: Airlangga Kepri Nusantara

Foto: Ririn Anitsya