KAMPUS

DEMA FISIPOL UIR Gelar Aksi Peduli Kabut Asap


Penulis: Airlangga Kepri Nusantara


Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, menunjukkan pemulihan yang signifikan di awal pekan ini. Berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin (26/10/2026) siang pukul 13.00 WIB, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat berada di angka 15,7 mikrogram per meter kubik. Angka ini mengkondisikan udara yang jauh lebih baik dan aman bagi masyarakat setelah sebelumnya sempat berada dalam bayang-bayang kabut asap pekat.

Sebelum udara berangsur pulih dan kembali biru, kepulan asap sempat memicu gelombang keresahan di tengah warga Kota Bertuah. Menanggapi kondisi darurat kesehatan tersebut, Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Islam Riau (UIR) mengambil langkah taktis melalui aksi pembagian 1.000 masker gratis. Aksi simpatik yang diinisiasi oleh lembaga kemahasiswaan ini dipusatkan di kawasan strategis Jalan Tengku Bey pada Kamis (15/10/2026) lalu.

Ketua DEMA FISIPOL UIR, Muhammad Saiful Anwar, mengungkapkan bahwa gerakan sosial ini murni lahir dari panggilan moral melihat kondisi kesehatan masyarakat dan civitas akademika yang mulai terancam oleh buruknya kualitas udara.

“Kami memfokuskan aksi ini sebagai bentuk kehadiran nyata mahasiswa di tengah masyarakat. Sebagian besar dari total kotak masker kami sebar di titik-titik vital seperti Jalan Tengku Bey agar langsung dapat dijangkau oleh warga yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan,” ujar.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Ketua DEMA FISIPOL sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Farhan Lufti, menilai bahwa aksi pembagian masker ini merupakan wujud soft demonstration atau bentuk kritik moral mahasiswa terhadap lambannya mitigasi komprehensif. Pihaknya berpandangan bahwa mahasiswa tidak boleh tinggal diam ketika ruang hidup dan kesehatan masyarakat diselimuti polusi.

“Kami melihat ada keresahan mendalam di tengah masyarakat akibat kabut asap. Melalui koordinasi bersama Dinas Kesehatan, kami berinisiatif mendistribusikan 1.000 pcs masker. Meskipun terlihat sederhana, langkah kecil ini diharapkan mampu memberikan perlindungan esensial bagi keselamatan warga yang terdampak langsung,” ungkap Farhan. Ia juga menegaskan prinsip pergerakan mereka di lapangan,“Lebih baik bergerak sedikit daripada diam di tempat.”

Meskipun kualitas udara di Pekanbaru kini telah berangsur membaik ke level yang lebih aman, rentetan peristiwa karhutla dan darurat kabut asap kemarin menyisakan catatan penting. Aksi nyata yang dimotori oleh DEMA FISIPOL UIR ini menjadi refleksi kuat bahwa kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus dirawat oleh setiap elemen kampus di Bumi Lancang Kuning.


Editor: Femi Syafri Ananda

Dokumentasi: Tim Hid FISIPOL UIR